Materi Uang Lengkap: Pengertian, sejarah, fungsi, jenis, syarat dan teori

Pengertian uang

Pengertian uang dibagi menjadi dua. Yaitu pengertian dalam ilmu ekonomi tradisional dan modern.
  • Pengertian uang dalam ekonomi tradisional didefinisikan sebagai setiap alat tukar yang diterima secara umum. Alat tukar ini bisa berupa apapun yang diterima orang dalam masyarakat dalam proses pertukaran barang dan jasa. Uang seperti ini disebut juga uang barang.
  • Pengertian uang dalam ekonomi modern, uang didefinisikan sebagai sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya bahkan untuk pembayaran hutang. Beberapa ahli juga menyebutkan fungsi uang sebagai alat penunda pembayaran.
Sejarah Uang

Sebelum mengenal uang yang kita kenal seperti sekarang, manusia menggunakan beberapa jenis barang yang digunakan sebagai alat bantu pertukaran (uang barang), misalnya ; beras, garam, kambing, kulit binatang, kerang, mutiara dan teh. Barang yang dapat ditukarkan haruslah jenis barang yang diterima secara umum, memilii nilai yang tinggi, dan merupakan benda kebutuhan primer.

Sebelum ramai penggunaan uang barang, manusia menggunakan sistem barter yaitu kegiatan tukar-menukar barang. Berbeda dengan menggunakan uang barang, pada sistem barter tidak ada suatu barang yang dijadikan patokan untuk kegiatan tukar-menukar.

Penggunaan uang barang kemudian ditinggalkan manusia karena beberapa sebab, diantaranya ; dianggap kurang praktis karena sulit membawa uang barang tsb, sulit mempertemukan keinginan yang ada, sulit menentukan nilai dan ukuran yang tepat. Selanjutnya, muncullah uang logam sebagai alat pertukaran. Uang logam ini umumnya terbuat dari bahan emas, perak, tembaga, kuningan dan aluminium.

Penggunaan emas dan perak sebagai bahan pembuatan uang berbentuk koin sudah ada di Yunani sekitar tahun 560–546 SM (sebelum masehi). Bukti unik lainnya atas peran uang logam ini sebagai alat tukar adalah dengan dapat dijumpainya mata uang beberapa negara misalnya India, yang nama mata uangnya rupee yang berarti perak, dan Belanda dengan nama mata uangnya gulden =  emas.

Namun uang logam ini juga menimbulkan masalah karena persediaan bahan baku uang logam yang terbatas sedangkan kebutuhan akan penggunaan uang logam sangat tinggi. Selain itu dirasa kurang aman dan kurang praktis untuk dibawa kemana-mana. Karena itu, dalam perkembangan selanjutnya manusia kemudian berinisiatif menggunakan uang berbahan kertas. Alasan masyarakat mau menerima uang kertas ini padahal nilai bahan uang kertas tsb rendah adalah karena pemerintah sudah menetapkan uang kertas tersebut sebagai alat tukar resmi di wilayahnya sehingga masyarakat percaya bahwa uang tersebut dapat digunakan sesuai fungsinya.

Fungsi Uang (Fungsi asli dan fungsi turunan)

Fungsi asli / Fungsi Primer
  • Uang berfungsi sebagai alat tukar atau medium of exchange yang dapat mempermudah pertukaran.
  • Uang juga berfungsi sebagai satuan hitung (unit of account) : Menunjukan nilai barang/ jasa (alat penunjuk harga), dan sebagai satuan hitung yang mempermudah pertukaran.
  • Uang berfungsi sebagai alat penyimpan nilai (valuta).
Fungsi turunan / Fungsi Sekunder
  • Alat Pembayaran
  • Alat penunjuk harga
  • Alat pemindah kekayaan
  • Alat penyimpan kekayaan
  • Standar pembayaran utang
Jenis-jenis Uang

Berdasarkan Bahan
  • Uang logam : Bahan pembuat uang logam antara lain aluminium, kupronikel, broze, emas, perak, atau perunggu.
  • Uang kertas : Uang kertas harus dibuat dengan bahan berkualitas tinggi yang tahan air, tidak mudah robek, dan tidak luntur.
Berdasarkan Nilai
Nilai uang terdiri atas nilai intrinsik, yaitu nilai bahan untuk membuat uang dan nilai nominal yaitu nilai yang tertera dalam uang tersebut.
  • Bernilai Penuh : uang yang nilai intrinsiknya sama dengan nilai nominalnya. Uang bernilai penuh biasanya terdapat pada uang logam mulia yang terbuat dari bahan emas atau perak.
  • Bernilai Tidak Penuh : Uang jenis ini nilai instrinsiknya lebih kecil dari nilai nominalnya. Contoh uang ini adalah uang kertas. Pada uang kertas, yang diutamakan adalah kepercayaan dari pengguna uang (masyarakat) kepada bank pembuat uang (bank sentral)
Berdasarkan lembaga yang menerbitkannya
  • Uang kartal : Uang kartal adalah uang yang diterbitkan oleh bank sentral, dan biasanya kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Uang kartal berupa uang kertas atau uang logam.
  • Uang giral : uang yang diterbitkan oleh bank umum. Contoh uang giral adalah cek, kartu kredit, dan bilyet giro. Bilyet
Berdasarkan penggunaannya
  • Nilai internal uang, yaitu kemampuan suatu mata uang untuk ditukarkan dengan barang atau dengan kata lain daya beli uang terhadap barang-barang.
  • Nilai eksternal uang, yaitu kemampuan uang dalam negeri apabila dibandingkan dengan mata uang asing atau kemampuan daya beli mata uang dalam negeri terhadap mata uang asing (kurs).
Syarat syarat uang

Suatu benda dapat dijadikan sebagai uang jika memenuhi syarat-syarat berikut:
  • Benda itu harus diterima secara umum (acceptability)
  • Terbuat dari bahan yang bisa tahan lama (durability)
  • Kualitasnya sama (uniformity)
  • Tidak mudah dipalsukan (scarcity)
  • Mudah dibawa (portable)
  • Mudah dibagi tanpa mengurangi nilai (divisibility)
  • Memiliki cenderung stabil dari waktu ke waktu (stability of value).
Teori nilai uang

Teori Uang Statis
Teori ini disebut statis karena tidak mempersoalkan perubahan nilai uang yang diakibatkan perkembangan ekonomi. Teori ini dibuat dengan tujuan untuk menjawab pertanyaan seperti: apakah sebenarnya uang? Mengapa uang itu ada harganya? Mengapa uang itu sampai beredar?

Teori ini meliputi:
  • Teori metalisme. Teori yang hampir sama dengan pengertian nilai intrinsik.
  • Teori konvensi. Teori yang menyatakan uang bisa diterima secara umum di masyarakat karena atas dasar perjanjian/mufakat.
  • Teori nominalisme. Teori ini menyatakan diterimanya uang berdasarkan nilai daya belinya.
  • Teori negara. Teori ini menyatakan bahwa uang adalah benda yang ditetapkan oleh negara yang berfungsi sebagai alat tukar dan alat bayar. Jadi nilainya pun ditetapkan oleh pemerintah yang diatur oleh undang-undang.

Teori Uang Dinamis
Kalau teori diatas tidak mempersoalkan perubahan nilai uang, maka teori uang dinamis ini adalah sebaliknya.

Teori ini meliputi:
  • Teori kuantitas. Pada teori ini David Ricardo menyatakan kuat atau lemahnya nilai uang sangat tergantung pada jumlah uang yang beredar. Kemudian Irving Fisher menyempurnakan teori diatas dengan menyatakan tidak hanya tergantung pada jumlah saja, melainkan juga pada kecepatan peredaran uang, barang dan jasa sebagai faktor yang memengaruhi nilai uang.
  • Teori persediaan kas. Teori ini menyatakan bahwa perubahan nilai uang tergantung dari jumlah uang yang tidak dibelikan barang-barang.
  • Teori ongkos produksi. Teori ini menyatakan nilai uang dalam peredaran yang berasal dari logam dan uang itu dapat dipandang sebagai barang.


EmoticonEmoticon